KONSEP PSIKOLOGI LINGKUNGAN

Konsep Psikologi Lingkungan Perilaku Geografimempelajaripeta kognitif individu tentang lingkungannya.Ini jejak lingkungan nilai-nilai, makna dan preferensi. Perilaku petadisusunberkaitan kegiatan lingkungan. Garis untuk mewakiliarahgerakan, warna untuk mewakiliwaktu yang dihabiskan dan seterusnya adalah teknik yang digunakan dalampenyusunan petatersebut. Perilaku peta dapat dipersiapkan untuk perilaku eksplorasi,perasaanlingkungan, dll Lingkungan estetika studi preferensi dalam hal penilaianestetika. Baru-baru ini upaya telah dilakukan untuk berhubunganpreferensilingkunganuntuk karakteristik kepribadian, ras dan karakter nasional (Hall 1976;Berry 1976)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PSIKOLOGI LINGKUNGAN

PSIKOLOGI LINGKUNGAN
PsikologiLingkunganberkaitan dengan perilaku dalam kaitannya dengan lingkungan.Konsep tentang lingkungan dan preferensi estetika yangdipelajaridan disajikan dalampeta perilaku. Lingkungan mempengaruhi perilakupada tingkat yang berbeda. Segera perilaku merupakan fungsi dari setting di mana ia terjadi. kepribadian yangmake-uporang suatu negara dibentuk oleh sifat dan jenis lingkungan dimana merekatinggal. Dalam kondisi tidak wajar atau dikurunghewanmenunjukkan perilaku `kelaparan danperilaku mereka rusak. Penduduk stres dan karakter buatan kondisiperkotaanyangseharusnya menjadi alasan peningkatan tingkat kejahatan dan timbulnya gangguanmental masyarakat yang tinggal diperkotaan. Terapan Psikologi Lingkungan upayauntuk memberikannorma-normayang lebih baik untuk manajemenlingkunganuntuk kehidupan yang lebih baik dan pengembangan kepribadian. Ini mempelajari cara-carayang efektif untuk mempromosikankonservasi lingkungan alam dan cara-cara yang lebihbaik untuk merancangbangunan, kota dan kota-kota, dengan mempertimbangkankebutuhanperilaku dan tanggapan orang-orang.1. Pengantar PsikologiLingkungan berkaitan dengan perilaku sehubungan denganlingkungan fisik. Lingkungan fisik meliputi objek material, tanaman, hewan danmanusia. Psikologi Lingkungan tidak menekankan proses interaksi antara orang-orang, yang merupakan subyek cabanglain dari Psikologi. PsikologiLingkungan mengikuti pendekatan sistem yang telah menjadi pendekatan modern dalam beberapacabang ilmupengetahuan. Ini adalah holistik dannaturalistik dan studi adaptasi organisme ke pengaturan mereka. Organisme yang dipelajari sebagai bagian dariekosistem, menekankan keseimbangan dan saling ketergantunganantaraorganismedan lingkungan `. Bidang ilmupengetahuan ini mengambil bentuk selama tahun1960-an dan `Psikologi Lingkungan Penduduk 'dan telah dimasukkan sebagai sebuahdivisidariAmerican Psychological Association. Pentingnya lapangan telahmeningkatdalam beberapa tahun terakhir karenapeningkatan perhatian dengan lingkungan yang dihasilkan dari masalahpencemaran, masalah yang ditimbulkan oleh ledakan penduduk,terkurasnyasumber daya alam dandirasakan perlu untuk melestarikanhutan belantara.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PSIKOLOGI LINGKUNGAN perkotaan

Psikologi Perkotaan adalah bidang ilmu yang menganalisis pengaruh penataan ruang kota terhadap faktor psikologis penghuninya. Buku ini mengulas tentang psikologi lingkungan perkotaan dengan bahasan yang mengacu pada warga Jakarta yang bercermin pada warga dunia.

Penulis menjabarkan pentingnya pertimbangan faktor psikologis penghuni dalam penataan kota karena manusialah tujuan utama dalam perencanaan dan pengembangan kota.

Melihat kota dari aspek psikologisnya. Buku ini dapat membantu para pejabat pembuat kebijakan publik, para profesional, akademisi dan mahasiswa psikologi, arsitektur dan perencanaan kota, serta masyarakat umum untuk mempelajari dimensi manusia yang jauh lebih penting ketimbang aspek teknis dalam merencanakan sebuah kota karena manusialah tujuan utama dari perencanaan dan pengembangan kota, dan tentu saja kepada para profesional dan akademisi di bidang psikologi dan konseling yang memiliki minat dalam psikologi perkotaan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ambient Condition & Architectural Features

AMBIENT CONDITION ialah Kualitas fisik dari keadaan yang mengelilingi individu.. Menurut Rahardjani (1987) dan Ancok (1988) beberapa kualitas fisik yang mempengaruhi perilaku, seperti : kebisingan, temperature, kualitas udara, pencahayaan dan warna.
Ancok (1989), keadaan bising dan temperature yang tinggi akan mempengaruhi emosi para penghuni. Emosi yang semakin kurang dapat di control akan mempengaruhi hubungan sosial di dalam dan di luar rumah. Menurut Rahardjani (1987) kebisingan juga mengakibatkan menurunya kemampuan untuk mendengar dan turunya konsentrasi belajar anak. Holahan (1982) tingginya suhu dan polusi udara paling tidak menimbulkan dua efek, yaitu efek kesehatan dan efek perilaku.
ARCHITECTURAL FEATURES yang tercakup di dalamnya adalah setting yang bersifat permanent. Misalnya di dalam suatu ruangan, yang termasuk di dalamnya antara lain konfigurasi dinding, lantai, atap, serta pengaturan perabot dan dekorasi. Di dalam architectural features meliputi lay out tiap lantai, desain dan perlakuan ruang dalam dan sebagainnya..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

RUANG LINGKUP PSIKOLOGI LINGKUNGAN

Ruang lingkup Psikologi lingkungan lebih jauh membahas tentang rancangan (design), Organisasi dan Pemaknaan. Ataupun hal yang spesifik seperti ruang, bangunan, ketetanggaan, rumah sakit dan ruangnya serta setting-setting lain pada lingkup bervariasi (Proshansky, 1974).
Jenis-jenis lingkungan di dalam sosiologi lingkungan yang beberapa di antaranya juga banyak digunakan dalam psikologi lingkungan adalah (Sarwono, 1992):
1. Lingkungan Alamiah (Natural Environment) seperti : lautan, hutan, dsb
2. Lingkungan Binaan / Buatan (Build environment) seperti : jalan raya, taman, dsb
3. Lingkungan Sosial
4. Lingkungan yang di Modifikasi
Sementara itu, Vietch dan Arkkelin (1995) menetapkan bahwa psikologi lingkungan merupakan suatu area dari pencarian yang bercabang dari sejumlah disiplin, seperti biologi, geologi, psikologi, hukum, geografi, ekonomi, sosiologi, kimia fisika, sejarah, filsafat, beserta sub disiplin dan rekayasanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

DEFINISI PSIKOLOGI LINGKUNGAN

DEFINISI PSIKOLOGI LINGKUNGAN

Dari sejarah singkat diatas dapat kita peroleh gambaran tentang apa itu psikolgi lingkungan, namun akan lebih baik jika kita melihat definisi psikologi lingkungan dari para tokoh yang telah mendefisikannya.

Gifford (1987) mendefinisikan psikologi lingkungan sebagai studi dari transaksi di antara individu dengan setting fisiknya. Dalam transaksi tersebut individu mengubah lingkungan dan sebaliknya pengalaman dan perilaku individu diubah oleh lingkungan.

Hardjowirogo, seorang antropolog, menulis bahwa tidak ada jaminan akan keefektifan mawas diri. Ungkapan itu telah surut menjadi sekadar penghias buah bibir. Perubahan zaman telah membawa pula fungsi mawas diri menjadi pengucapan belaka.

Heimstra dan Mc Farling (dalam Prawitasari,1989) menyatakan bahwa psikologi lingkungan adalah disiplin yang memperhatikan dan memperlajari hubungan antara perilaku manusia dengan lingkungan fisik. Dari penjambaran diatas dapat kita simpulkan bahwa psikologi lingkungan adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari hubungan antara pengalaman manusia dengan setting social dan tempat dimana ia tinggal.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

sejarah psikologi lingkungan

LATAR BELAKANG SEJARAH PSIKOLOGI LINGKUNGAN


Psikologi bagi kita mahasiswa psikologi bukanlah ilmu khusus yang hanya mempelajari tentang masalah kejiwaan seseorang lagi. Namun psikologi meruapakan ilmu yang mencabangkan ilmu-ilmu lain yang sejenis namun memiliki perbedaan sudut pandang dalam suatu pembahasan. Manusia lahir dengan membawa sifat keturunan dari induknya, namun akan lebih bijaksana jika kita juga dapat memsukan unsur lingkungan yang juga merupakan pembentuk dari karakteristik manusia. Asumsi inilah yang menjadi asumsi psikologi lingkungan.

Sebagai contoh saja, para ahli menghubungkan tentang perbedaan antara pola asuh masyarakat yang menetap dengan masyarakat yang nomaden (berpindah-pindah sesuai dengan dimana sumber makanan dan air berada). Barry, Child dan Bacon (dalam Veitch & Arkkelin, 1995) memberikan pendapat bahwa manusia yang lahir dan besar dalam masyarakat yang tinggal menetap diajarkan atau ditanamkan rasa tanggung jawab, ketaatan dan patuh, mungkin karena sebagian besar masyarakat ini sudah lebih modern dibanding dengan masyarakat nomaden sehingga sumber makanan mereka di dapat secara bertanam atau berternak, sehingga dibutuhkan tanggung jawab untuk menjaga agar tanaman dan ternak dapat diambil hasilnya pada waktu yang telah ditentukan.

Sedangkan masyarakat nomaden akan mempersiapkan masyarakatnya untuk mandiri dan berakal, sehingga mereka dapat bertahan dalam rentan waktu pencarian “rumah” baru dengan keadaan alam yang tidak menentu dan sulit untuk diprediksi.

Contoh-contoh tersebut dapat memberi kita gambaran tentang pentingnya setting ekologi dan pola sosialisasi yang dimana keduanya secara umum masuk kedalam setting lingkungan. Dan bagaimana lingkungan tersebut dapat mempengaruhui sikap manusia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS